Friday, May 1, 2009

Bagaimana Malaikat Mengetahui Niat Baik Seseorang Sehingga Dicatat Sebagai Kebaikan

Nabi saw. bersabda yang ertinya,
“Bila seorang hamba menghendaki kebaikan dunia tapi belum melaksanakannya, maka akan ditulis baginya satu kebaikan.” - (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmizi).

Soalan:-

Jika kehendak itu adalah rahsia antara seorang hamba dengan Tuhannya, bagaimana malaikat akan mengetahuinya?

Jawapan:-

Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Sesungguhnya telah ada riwayat dari Sufyan bin Uyainah sebagai jawapan atas permasalahan ini. Beliau berkata, “Apabila seorang hamba berniat kebaikan, maka malaikat akan mencium bau harum. Dan jika seorang hamba berniat keburukan, maka malaikat itu akan mencium bau busuk.”

- (Dikeluarkan oleh Abu Syaikh sebagaimana dalam Al-Habaik hlm. 96 karya As-Suyuthi dari Hajjaj bin Dinar, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Abu Ma’syar, Seseorang yang berzikir (mengingat Allah) dalam hatinya, bagaimana malaikat mencatatnya? Beliau menjawab, Mereka akan mencium baunya.”)

Allah Maha Kuasa menjadikan para malaikat itu mengetahui yang ada dalam jiwa seorang hamba menurut apa yang Allah kehendaki, sebagaimana Allah berkuasa menjadikan sebahagian manusia itu mampu mengetahui apa yang ada dalam diri seseorang.

Maka sebahagian manusia kadang Allah menjadikan baginya singkapan-singkapan. Ertinya, terkadang Allah menjadikan pada sebahagian manusia mengetahui apa yang ada di hati seseorang. Maka, bukankah lebih pantas pabila malaikat yang diserahi tugas menjaga hamba itu, Allah jadikan dia mengetahui hal (apa yang ada dalam hati hamba) itu.

Dan, sungguh telah disebutkan dalam firman Allah SWT : “Dan, Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Qaaf: 16).” Yang dimaksud dengannya adalah para malaikat. Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan para malaikat itu mampu melontarkan fikiran/keinginan/ajakan pada diri seorang hamba.

Sebagaiman Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, “Sesungguhnya malaikat itu memiliki ajakan dan setan juga memiliki ajakan/seruan. Maka seruan malaikat itu adalah membenarkan yang hak dan menjanjikan kebaikan, sedangkan ajakan setan adalah mendustakan kebenaran dan menjanjikan kejahatan. - (Dikeluarkan oleh At-Tirmizi dan An-Nasai dari hadis Ibnu Mas’ud).

Dan, sungguh telah tersabit dari Nabi saw. dalam hadis sahih, “Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan Allah telah mempercayakan temannya dari golongan malaikat dan temannya dari golongan jin untuk selalu menyertainya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Dan, kepada engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Demikian pula aku, hanya sahaja sungguh Allah telah menolongku untuk menundukkannya, sehingga ia tidak memerintahkanku melainkan kepada kebaikan”.

Maka, keburukan yang dikehendaki oleh seorang hamba apabila hal itu datang dari bisikan/godaan setan, nescaya setan mengetahuinya. Dan, kebaikan yang dikehendaki oleh seorang hamba, jika hal itu datang dari ajakan malaikat, nescaya malaikat juga akan mengetahuinya dengan cara yang lebih utama. Maka, jika malaikat ini saja mengetahuinya, tentunya para malaikat penjaga hamba lebih mengetahui perbuatan-perbuatan anak keturunan Adam a.s. - (Fatwa Syekh Ibnu Taimiyah)

Sumber: Fatawa Muhimmah min Ajwibati Syaikhil Islam Ibnu Taimiyyah, Abdullah bin Yusuf al-'Ajlan

No comments:

Post a Comment